ANTIBIOTIK GOLONGAN MAKROLIDA PDF

Antibiotik berfungsi menghambat dan membunuh bakteri. Bakteri menjadi permasalahan penting dalam tubuh manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil dan berbeda-beda, para dokter membutuhkan ramuan khusus untuk membasmi bakteri dalam tubuh manusia. Berikut ini pemaparan mengenai jenis dan golongan obat antibiotik yang bisa Anda pahami terlebih dahulu sebelum membeli obat antibiotik. Sebelum kami memaparkan penjelasan mengenai jenis dan golongan obat antibiotik, pahami terlebih dahulu seluk beluk obat antibiotik. Obat ini difungsikan untuk melawan bakteri dalam tubuh, bukan virus dalam tubuh.

Author:Akinogrel Zuhn
Country:Maldives
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):24 January 2012
Pages:412
PDF File Size:4.88 Mb
ePub File Size:7.93 Mb
ISBN:757-7-58775-237-4
Downloads:30513
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Gardakinos



Latar Belakang Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyrakat yang penting, khususnya di negara berkembang. Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebakan oleh bakteri. Hadi, Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Selain berdampak pada morbiditas dan mortalitas, juga memberi dampak negatif terhadap ekonomi dan sosial yang sangat tinggi.

Pada awalnya resistensi terjadi ditingkat rumah sakit, tetapi lambat laun juga berkembang dilingkungan masyarakat, khususnya Streptococcus pneumoniae SP , Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Kuman resisten antibiotik tersebut terjadi akibat penggunaan antibiotik yang tidak bijak dan penerapan kewaspadaan standar standar precaution yang tidak benar di fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik secara bijak prudent use of antibiotics , perlu disusun Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik.

Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan nasional dalam menyusun kebijakan antibiotik dan pedoman antibiotik bagi rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, baik milik pemerintah maupun swasta. Tujuan Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik menjadi panduan dalam pengambilan keputusan penggunaan antibiotik. Daftar Istilah dan Singkatan 1. ADRs 2. AIDS 3. ARV 4. ASA 5. ATC 6. CAP 7. Clcr 8. CMV 9. CVP DDD ESO G6PD ILO KHM LCS MESO MIC ODHA PPP PPRA RAST RCT RPA SLE SOP TDM TEN Meta analisis, sistematik review dari beberapa RCT yang terdokumentasi baik dan mempunyai risiko bias yang rendah.

Meta analisis, sistematik review dari beberapa RCT yang mempunyai risiko bias yang tinggi Sistematik review dari case control atau cohort study yang mempunyai kualitas tinggi. Atau berasal dari case control atau cohort study yang mempunyai risiko confounding dan bias yang rendah, dan mempunyai probabilitas tinggi adanya hubungan kausal.

Case control atau cohort study yang terbaik dengan risiko confounding dan bias yang rendah, dan mempunyai probabalitas tinggi adanya hubungan kausal. Non-analytic study seperti case reports dan case series.

Pendapat expert 2— 3 4 Rekomendasi A Bukti ilmiah berasal dari paling tidak satu meta analisis. Resistensi Mikoorganisme Terhadap Antibiotik.

Resistensi adalah kemampuan bakteri untuk menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik. Peningkatan nilai KHM menggambarkan tahap awal menuju resisten. Enzim perusak antibiotik khusus terhadap golongan beta-laktam, pertama dikenal pada Tahun dengan nama peninsilinase yang ditemukan pada Staphylococcus aureus dari pasien yang mendapat pengobatan penisilin. Masalah serupa juga ditemukan pada pasien terinfeksi Escherichia coli, yang mendapat terapi ampisilin Acar and Goldstein, Resistensi terhadap golongan beta-laktam antara lain terjadi karena perubahan atau mutasi gen penyandi protein Penicillin Binding Protein, PBP.

Ikatan obat golongan beta-laktam pada PBP akan menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga sel mengalami lisis. Peningkatan kejadian resistensi bakteri terhadap antibiotik bisa terjadi denga 2 cara, yaitu: 1 Mekanisme Selection Pressure.

Jika bakteri resisten tersebut berbiak secara duplikasi setiap 20 — 30 menit untuk bakteri yang berbiak cepat , maka dalam 1 — 2 hari, seseorang tersebut dipenuhi oleh bakteri resisten. Jika seseorang terinfeksi oleh bakteri yang resisten maka upaya penanganan infeksi dengan antibiotik semakin sulit. Hal ini dapat disebarkan antar kuman sekelompok maupun dari satu orang ke orang lain.

Ada dua strategi pencegahan peningkatan bakteri resisten: 1 Untuk selection pressure dapat diatasi melalui penggunaan antibiotik secara bijak prudent use of antibiotics. Faktor Farmakokinetik dan Farmakodinamik. Pemahaman mengenai sifat farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik sangat diperlukan untuk menetapkan jenis dan dosis antibiotik secara tepat.

Agar dapat menunjukkan aktivitasnya sebagai bakterisida ataupun bakteriostatik, antibiotik harus memiliki beberapa sifat berikut ini: a. Aktivitas mikrobiologi. Antibiotik harus terijat pada tempat ikatan spesifiknya misalnya ribosom atau ikatan penilisin pada protein. Kadar antibiotik pada tempat infeksi harus cukup tinggi. Semakin tinggi kadar antibiotik semakin banyak tempat ikatannya pada sel bakteri. Antibiotik harus tetap berada pada tempat ikatannya untuk waktu yang cukup memadai agar diperoleh efek yang adekuat.

Kadar hambat minimal. Kadar ini menggambarkan jumlah minimal obat yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Secara umum terdapat dua kelompok antibiotik berdasarkan sifat farmakokinetikanya, yaitu: a.

Time dependent killing. Lamanya antibiotika berada dalam darah dalam kadar di atas KHM sangat penting untuk memperkirakan outcome klinik ataupun kesembuhan. Contoh antibiotik yang tergolong time dependent killing antara lain penisillin, safalosporin, dan makrolida. Concentration dependent. Semakin tinggi kadar antibiotika dalam darah melampaui KHM maka semakin tinggi pula daya bunuhnya terhadap bakteri.

Ini mengandung arti bahwa rejimen dosis yang dipilih haruslah memilki kadar dalam serum atau jaringan 10 kali lebih tinggi dari KHM.

Jika gagal mencapai kadar ini di tempat infeksi atau jaringan akan mengakibatkan kegagalan terapi. Situasi inilah yang selanjutya menjadi salah satu penyebab timbulnya resistensi. Faktor Interaksi dan Efek Samping Obat Pemberian antibiotik secara bersamaan dengan antibiotik lain, obat lain atau makanan dapat menimbulkan efek yang tidak diharapkan.

Efek dari interaksi yang dapat terjadi cukup beragam mulai dari yang ringan seperti penurunan absorpsi obat atau penundaan absorpsi hingga meningkatkan efek toksik obat lainnya. Sebagai contoh pemberian siprofloksasin bersama dengan teofilin dapat meningkatkan kadar teofillin dan dapat berisiko terjadinya henti jantung atau kerusakan otak permanen.

Demikian juga pemberian doksisiklin bersama dengan digoksin akan meningkatkan efek toksik dari digoksin yang bisa fatal bagi pasien.

Sefalosporin Obat Antasida Interaksi Absorpsi sefaklor dan sefpodoksim dikurangi oleh antasida. Antibakteri Kemungkinan adanya peningkatan risiko nefrotoksisitas bila sefalosporin diberikan bersama aminoglikosida.

LIBRO 100 MEJORES ROCKAS PDF

5.1.5 Makrolida

Efek Samping: lihat eritromisin; juga anoreksia, dyspepsia, flatulens, konstipasi, pankreatitis, hepatitis, syncope, pusing, sakit kepala, mengantuk, agitasi, ansietas, hiperaktivitas, asthenia, paraesthesia, konvulsi, neutropenia ringan, trombositopenia, interstisial nephritis, gagal ginjal akut, arthralgia, fotosensitivitas, jarang: gangguan pengecap, lidah berwarna pucat, dan gagal hati. Dosis: mg sekali sehari selama 3 hari. Infeksi klamidia genital tanpa komplikasi dan urethritis non-gonococcal, 1 g sebagai dosis tunggal. ERITROMISIN Indikasi: sebagai alternatif untuk pasien yang alergi penisilin untuk pengobatan enteritis kampilobakter, pneumonia, penyakit Legionaire, sifilis, uretritis non gonokokus, prostatitis kronik, akne vulgaris, dan profilaksis difetri dan pertusis. Peringatan: gangguan fungsi hati dan porfiria ginjal, perpanjangan interval QT pernah dilaporkan takikardi ventrikuler ; porfiria; kehamilan tidak diketahui efek buruknya dan menyusui sejumlah kecil masuk ke ASI.

HADIS ANSIKLOPEDISI PDF

Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik

No comments Pengertian Antibiotik - Antibiotika adalah zat-zat kimia oleh yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil. Antibiotik adalah zat biokimia yang diproduksi oleh mikroorganisme, yang dalam jumlah kecik dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme lain Harmita dan Radji, Penggolongan Antibiotik Penggolongan antibiotik secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Penisilin adalah suatu agen antibakterial alami yang dihasilkan dari jamur jenis Penicillium chrysognum. Antibiotik golongan aminoglikosida, aminoglikosida dihasilkan oleh jenis-jenis fungi Streptomyces dan Micromonospora.

BLACK AND WHITE PHOTOGRAPHY HENRY HORENSTEIN PDF

8 Jenis dan Golongan Obat Antibiotik Beserta Efek Sampingnya

Latar Belakang Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyrakat yang penting, khususnya di negara berkembang. Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebakan oleh bakteri. Hadi, Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik.

ALMAS MORTAS GOGOL PDF

Linkomisin sebenarnya secara kimiawi tidak ada hubungannya tetapi karena mirip sekali dalam aktivitas, mekanisme kerja, dan resistensinya maka dibahas bersama dalam kelompok ini. Kelompok ini terdiri dari Linkomisin dan Klindamisin. Eritromisin Dihasilkan oleh Streptomyces erythreus. Berkhasiat bakteriostatik, dengan mekanisme kerja merintangi sintesis protein bakteri.

Related Articles