ASKEP ATRIAL SEPTAL DEFECT PDF

Umur ibu lebih dari 40 tahun Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu b. Tanda dan Gejala ASD di awalnya tidak menimbulkan gejala. Saat tanda dan gejala muncul biasanyamurmur akan muncul. Seiring dengan berjalannya waktu ASD besar yang tidak diperbaikidapat merusak jantung dan paru dan menyebabkan gagal jantung. Tanda dan gejala gagal jantung diantaranya: Kelelahan Napas pendek dan kesulitan bernapas Berkumpulnya darah dan cairan pada paru Berkumpulnya cairan pada bagian bawah tubuh Patofisiologi Tangisan pertama merupakan proses masuknya oksigen yang pertama kali ke dalam paru.

Author:Brakinos Zulkibei
Country:Indonesia
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):26 January 2005
Pages:500
PDF File Size:14.95 Mb
ePub File Size:15.37 Mb
ISBN:913-5-15865-833-7
Downloads:11357
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yotaxe



I Putu Muhammad I Aisyah Wahyu S Alit Mantika L Ana Marfuah Asrina Saleh Ayu Kuswaweni R Esti Lestari Feri Nisa F Herkulana A. Molo Istiqomah Luthfi Masruri Kami juga mengucapkan terimah kasih kepada bapak pembimbing dan semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. Akhir kata kami mengucapakan banyak terima kasih. Pengertian CHD B. Etiologi C. Patofisiologi D. Komplikasi E.

Gambaran Klinik F. Penatalaksanaan G. Dalam keadaan normal, pada peredaran darah janin terdapat suatu lubang diantara atrium kiri dan kanan sehingga darah tidak perlu melewati paru-paru. Pada saat bayi lahir, lubang ini biasanya menutup. Jika lubang ini tetap terbuka, darah terus mengalir dari atrium kiri ke atrium kanan shunt. Maka darah bersih dan darah kotor bercampur.

Kelainan ini disebabkan adanya defek lubang pada dinding atrium jantung. Akibatnya darah dari atrium kiri yang seharusnya pergi ke ventrikel kiri, akan masuk ke dalam ke dalam ventrikel kanan, kemudian ke ventrikel kanan. Jika lubangnya cukup besar, ASD akan mengakibatkan beban volume di jantung kanan, di samping itu juga menyebabkan beban volume di jantung kiri.

ASD merupakan salah satu penyakit jantung bawaan non sianotik kelainan kongenital. Di antara berbagai kelainan bawaan congenital anomaly yang ada, penyakit jantung bawaan PJB merupakan kelainan yang sering ditemukan. Rumusan masalah 1. Apa definisi dari ASD? Apa saja etiologi, petofisiologi dan penatalaksanaan dari ASD? Bagaimana konsep asuhan keperawatan ASD?

Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari ASD 2. Untuk mengetahui pemeriksaan diagnostic spesifik dari ASD 3. Definisi Atrial septal defeck ASD adalah penyakit jantung bawaan lubang defek pada septum interatrial sekat antar serambi yang terjadi karena kegagalan fungsi interatrial semasa janin, atrial septal defect adalah suatu lubang pada dinding septum yang memisahkan jantung bagian atas atrium kiri dan kanan.

Atrial Septal Defect ASD adalah terdapatnya hubungan atrium kanan dengan atrium kiri yang tidak ditutup oleh katup Markum, ASD adalah defek pada sekat yang memisahkan atrium kiri dan kanan. Sudigdo Sastroasmoro, Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Atrial Septal Defect ASD penyakit jantung bawaan dimana terdapat lubang defek pada sekat atau septum interatrial yang memisahkan atrium kiri dan kanan yang terjadi karena kegagalan fusi septum interatial semasa janin.

Klasifikasi Tiga macam variasi yang terdapat pada ASD, yaitu : a. Ostium primum ASD I , letak lubang dibagian bawah septum, disertai kelainan katub mitral b.

Ostium secundum ASD 2 , letak lubang di tengah septum c. Sinus venosus defek, lubang berada di antara vena kava superior dan atrium kanan C. Etiologi Penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian ASD.

Faktor-faktor tersebut diantaranya : 1. Faktor Prenatal 1 Ibu menderita penyakit infeksi rubella 2 Ibu alkoholisme 3 Umur ibu lebih dari 40 tahun 4 Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu 2. Faktor Genetik 1 Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB 2 Ayah atau ibu menderita PJB 6 3 Kelainan kromosom misalnya Sindroma Down 4 Lahir dengan kelainan bawaan lain 5 Faktor Hemodinamik Tekanan di atrium kiri lebih tinggi dari pada tekanan di natrium kanan sehingga memungkinkan aliran darah dari atrium kiri ke atrium kanan D.

Kejadian gagal jantung meningkat pada dekade ke-4 dan ke-5, dengan disertai adanya gangguan aktivitas listrik jantung aritmia.

Gejala yang muncul pada masa bayi dan kanak-kanak adalah adanya infeksi saluran nafasbagian bawah berulang, yang ditandai dengan keluhan batuk dan panas hilang timbul tanpapilek. Selain itu gejala gagal jantung pada ASD besar dapat berupa sesak napas, kesulitanmenyusu, gagal tumbuh kembang pada bayi atau cepat capai saat aktivitas fisik pada anak yang lebih besar.

Selanjutnya dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti elektro-kardiografi EKG , rontgent dada dan echo-cardiografi, diagnosis ASD dapat ditegakkan.

Gejalanya bisa berupa : 1 Sering mengalami infeksi saluran pernafasan. Patofisiologi Penyakit dari penyakit jantung kongentinal ASD ini belum dapat dipastikan banyak kasus mungkin terjadi akibat aksi trotogen yang tidak diketahui dalam trisemester pertama kehamilan saat terjadi perkembangan jantung janin.

Pertama kehidupan status, saat struktur kardiovaskuler terbentuk kecuali duktus arteriosis paten yaitu saluran normal untuk status yang harus menututp dalam beberapa hari pertama. Aliran ini tidak deras karena perbedaan tekanan pada atrium kiri dan kanan tidak begitu besar tekanan pada atrium kiri 6 mmHg sedang pada atrium kanan 5 mmHg.

Adanya aliran darah menyebabkan penambahan beban pada ventrikel kanan, arteri pulmonalis, kapiler paru-paru dan atrium kiri. Bila shunt besar, maka volume darah yang melalui arteri pulmonalis dapat kali dari darah yang melalui aorta.

Dengan bertambahnya volume aliran darah pada ventrikel kanan dan arteri pulmonalis. Maka tekanan pada alat—alat tersebut naik. Akibat adanya perbedaan tekanan ini, timbul suatu bising sistolik jadi bising sistolik pada ASD merupakan bising dari stenosis relatif katup pulmonal. Pada valvula trikuspidalis juga ada perbedaan tekanan, sehingga disini juga terjadi stenosis relatif katup trikuspidalis sehingga terdengar bising diastolik. Karena adanya penambahan beban yang terus menerus pada arteri pulmonalis, maka lama kelamaan akan terjadi kenaikan tahanan pada arteri pulmunalis dan akibatnya akan terjadi kenaikan tekanan ventrikel kanan yang permanen.

Hanya bila ada defek pada katup mitral atau katup trikuspidal, sehingga darah dari ventrikel kiri atau ventrikel kanan mengalir kembali ke atrium kiri dan atrium kanan pada waktu systole. Arah shunt pun bisa berubah menjadi dari kanan kekiri sehingga sirkulasi darah sistemik banyak mengandung darah yang rendah oksigen akibatnya terjadi hipoksemi dan sianosis. Gejalanya bisa berupa : 1. Sering mengalami infeksi saluran pernafasan. Dispneu kesulitan dalam bernafas 3. Sesak nafas ketika melakukan aktivitas 4.

Jantung berdebar-debar palpitasi 5. Pada kelainan yang sifatnya ringan sampai sedang, mungkin sama sekali 6. Tidak ditemukangejala atau gejalanya baru timbul pada usia pertengahan Aritmia. Penatalaksanaan 1. Pembedahan : menutup defek dengan kateterisasi jantung Untuk tujuan praktis, penderita dengan defek sekat atrium dirujuk ke ahli bedah untuk penutupan bila diagnosis pasti. Berdalih tentang pembedahan jantung yang didasarkan pada ukuran shunt menempatkan 9 lebih pada kepercayaan terhadap data dari pada alasan yang diberikan.

Dengan terbuktinya defek sekat atrium dengan shunt dari kiri ke kanan pada anak yang umurnya lebih dari 3 tahun, penutupan adalah beralasan. Dalam tahun pertama atau kedua, ada beberapa manfaat menunda sampai pasti bahwa defek tidak akan menutup secara spontan. Sesudah umur 3 tahun, penundaan lebih lanjut jarang dibenarkan.

Indikasi utama penutupan defek sekat atrium adalah mencegah penyakit vascular pulmonal abstruktif. Pencegahan masalah irama di kemudian hari dan terjadinya gagal jantung kongesif nantinya mungkin jadi dipertimbangkan, tetapi sebenarnya defek dapat ditutup kemudian jika masalah ini terjadi.

Sekarang resiko pembedahan jantung untuk defek sekat atrium varietas sekundum benar-benar nol. Dari penderita yang dioperasi di Rumah Sakit Anak Boston, tidak ada mortalitas kecuali untuk satu bayi kecil yang amat sakit yang mengalami pengikatan duktus arteriosus paten. Kemungkinan penutupan tidak sempurna pada pembedahan jarang. Komplikasi kemudian sesudah pembedahan jarang dan terutama adalah masalah dengan irama atrium.

Berlawanan dengan pengalaman ini adalah masalah obstruksi vaskular pulmonal yang sangat menghancurkan pada 5—10 persen penderita, yang menderita penyakit ini. Penyakit vaskular pulmonal obstruktif hampir selalu mematikan dalam beberapa tahun dan dengan sendirinya cukup alasan untuk mempertimbangkan perbaikan bedah semua defek sekat atrium 2. Penutupan Defek Sekat Atrium dengan kateter. Alat payung ganda yang dimasukan dengan kateter jantung sekarang digunakan untuk menutup banyak defek sekat atrium.

Defek yang lebih kecil dan terletak lebih sentral terutama cocok untuk pendekatan ini. Kesukaran yang nyata yaitu dekatnya katup atrioventrikular dan bangunan lain, seperti orifisium vena kava, adalah 10 nyata dan hingga sekarang, sistem untuk memasukkan alat cukup besar menutup defek yang besar tidak tersedia.

Keinginan untuk menghindari pemotongan intratorak dan membuka jantung jelas. Langkah yang paling penting pada penutupan defek sekat atrium transkateter adalah penilaian yang tepat mengenai jumlah, ukuran dan lokasi defek.

Defek yang lebih besar dari pada diameter 25 mm, defek multipel termasuk defek di luar fosa ovalis, defek sinus venosus yang meluas ke dalam vena kava, dan defek dengan tepi jaringan kurang dari mm dari katup trikuspidal atau vena pulmonalis kanan dihindari.

Penderita dengan defek yang letaknya sesuai Ukuran ditentukan dengan menggembungkan balon dan mengukur diameter yang direntangkan. Lengan distal payung dibuka pada atrium kiri dan ditarik perlahan-lahan tetapi dengan kuat melengkungkan sekat ke arah kanan. Kemudian, lengan sisi kanan dibuka dan payung didorong ke posisi netral.

PATANJALI YOG DARSHAN IN PDF

Askep Atrial Septal Defect (ASD)

Faktor genetik Anak yang lahir sebelumnya menderita PJB Ayah atau ibu menderita PJB Kelainan kromosom misalnya Sindroma Down Lahir dengan kelainan bawaan lain Manifestasi klinik Anak dengan defek optium sekundum paling sering, dan lesi mungkin tidak ditemukan selama pemeriksaan fisik. Bahakan ASD sekundum sangan besar sangat jarang menimbulkan gagal jantung yang jelas secara klinis pada masa anak, pada anak yang lebih tua berbagai tingkat intoleransi latihan fisik mungkin ditemukan. Sering kali tingkat keterbatasan tidak tampak pada keluarga sampai sesudah perbaikan secara bedah, ketika tingkat aktivitas anak bertambah dengan jelas. Pada anak dan bayi yang lebih tua tanda — tanda fisik biasa khas tetapi tidak kentarak dan memerlukan pemeriksaan yang teliti dan perhatian khusus pada suara jantung.

KODAK CX7430 MANUAL PDF

.

EGGHEAD BO BURNHAM PDF

.

DANTALIAN NO SHOKA LIGHT NOVEL PDF

.

Related Articles