CAIRAN KOLOID DAN KRISTALOID PDF

Macam atau jenis cairan infus dan kegunaanya : 1. Cairan hipotonik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial dalam otak pada beberapa orang. Cairan Isotonik.

Author:Daidal Fezragore
Country:Niger
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):7 January 2009
Pages:387
PDF File Size:3.11 Mb
ePub File Size:6.71 Mb
ISBN:264-2-51816-119-3
Downloads:93864
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Toshakar



Macam atau jenis cairan infus dan kegunaanya : 1. Cairan hipotonik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial dalam otak pada beberapa orang. Cairan Isotonik. Adalah cairan infuse yang osmolaritas tingkat kepekatan cairannya mendekati serum bagian cair dari komponen darah , sehingga terus berada di dalam pembuluh darah.

Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun. Memiliki risiko terjadinya overload kelebihan cairan , khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi.

Cairan hipertonik. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema bengkak. Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik.

Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya : 1. Kristaloid: bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan volume expanders ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera.

Misalnya Ringer-Laktat dan garam fisiologis. Koloid: ukuran molekulnya biasanya protein cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler, dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. Contohnya adalah albumin dan steroid.

Cairan yang digunakan dalam terapi Cairan yang sering digunakan ialah cairan elektrolit kristaloid cairan non-elektrolit, dan cairan koloid. Cairan elektrolit kristaloid : Sesuai dengan penggunaannya dapat dibagi menjadi beberapa golongan, yaitu untuk pemeliharaan, pengganti dan tujuan khusus.

Cairan pemeliharaan rumatan : Tujuannya adalah untuk mengganti kehilangan air tubuh lewat urin, feses, paru dan keringat. Sediaan Cairan Pemeliharaan rumatan Cairan pengganti : Tujuannya adalah untuk mengganti kehilangan air tubuh yang disebabkan oleh sekuestrasi atau proses patologi yang lain misalnya fistula, efusi pleura, asites drainase lambung dsb.

Cairan koloid : Disebut juga sebagai plasma ekspander, karena memiliki kemampuan besar dalam mempertahankan volume intra-vaskuler. Cairan koloid ini digunakan untuk menggantikan kehilangan cairan intra-vaskuler. Diposting oleh.

DRACI DOUPE II PDF

Cairan koloid

Efek volume lebih lemah dan singkat dibandingkan koloid 2. Komposisi menyerupai Plasma acetated ringer, lactated ringer 2. Oksigenasi jaringan tidak sebaik koloid karena jarang antara pembuluh darah dan jaringan lebih besar 3. Mudah disimpan pada suhu kamar 4. Bebas reaksi anafilaksis 5. Ekonomis Walaupun edema interstisial merupakan komplikasi yang lebih potensial setelah resusitasi dengan kristaloid, sampai saat ini tidak ada bukti fisiologis, klinis dan radiologis bahwa koloid lebih baik daripada kristaloid dalam penyulit edema paru. Albumin berfungsi sebagai plasma expander hiperonkotik dan bila digabung dengan furosemid, bisa memperkuat perpindahan cairan.

CANON IPF710 MANUAL PDF

Resusitasi Cairan Demam Berdarah Dengue, Kristaloid atau Koloid?

Semua hal terjadi karena sebuah alasan, bahkan angin bertiup pun untuk sebuah tujuan. Hal ini menunjukan komponen terbesar dalam tubuh kita adalah air, bukan otot. Semakin kurus seseorang, nilai TBW akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan orang gemuk berisi lebih banyak lemak, sehingga TBWnya lebih rendah. Itu mengapa kebanyakan orang gemuk akan lebih mudah haus dan mengalami dehidrasi. Untuk memudahkan cairan plasma dan interstisium dipisahkan oleh membran kapiler. Walaupun punya memiliki kompartemen masing-masing, namun komposisi diantara ketiganya bisa berubah karena pengaruh lain, sebagi contoh pasien yang diberikan terapi cairan secara berlebihan dapat terkena edema paru di cairan ekstraselulernya.

GUY ENDORE THE WEREWOLF OF PARIS PDF

macam-macam cairan infus

Pengobatan utama demam berdarah dengue DBD adalah mengganti cairan yang "bocor" ke jaringan interstitial ekstravaskular. Masalah muncul ketika dihadapkan pada kondisi klinis pasien, kapan memilih kristaloid dan kapan memilih koloid? Pada umumnya, para dokter ahli sepakat untuk memilih cairan kristaloid sebagai pilihan utama. Namun, koloid memiliki superioritas dibanding kristaloid karena memiliki osmolaritas dan ukuran molekul yang lebih besar serta muatan listrik negatif. Sifat-sifat koloid tersebut memberikan koloid tempat dalam resusitasi cairan DBD pada kondisi-kondisi khusus.

Related Articles