AL QIYADAH WAL JUNDIYAH PDF

Selasa, 09 Oktober Al-qiyadah Wal Jundiyah pemimpin yang hebat mampu memproduksi pasukan yang hebat pula Secara bahasa Al-qiyadah berarti pemimpin dan Al-Jundiyah berarti pasukan anggota. Dakwah tak akan tegak dengan sempurna jika dilaksanakan sendirian, bahkan Rasulullah saw pun mendidik sahabat-sahabatnya hingga lahir generasi terbaik dari didikan beliau. Dakwah membutuhkan sekelompok orang yang meneggakannya, sehingga tentu saja dibutuhkan pula seorang pemimpin untuk mengatur jalannya dakwah. Serta didukung pula dengan adanya elemen penting yaitu pengikut yang menjalani dan mematuhi setiap system dakwah yang telah ditetapkan.

Author:Mirisar Vozshura
Country:Sudan
Language:English (Spanish)
Genre:Music
Published (Last):21 January 2017
Pages:431
PDF File Size:1.29 Mb
ePub File Size:15.80 Mb
ISBN:873-2-80890-557-2
Downloads:86096
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikami



Posted by: Generasihilang Posted date: Islam tidak menghendaki kaum muslimin lemah dan takluk kepada musuh — musuhnya. Setiap muslim wajib bergerak dan berjuang serta berkorban untuk menegakkan Islam, membangun Daulah dan Khilafah Islamiyyah yang di dalamnya tegak hukum — hukum Allah supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata — mata bagi Allah Q. S Al Anfal : Allah menolong siapa yang dikehendaki-Nya.

Seluruh organisasi atau bangsa — bangsa, asas keberhasilannya, kebangkitan dan pembangunannya ialah adanya manhaj tertentu, pimpinan dan anggota kelompok yang bergerak dengan manhajnya.

Syarat ideal yang dimiliki setiap muslim : aqidahnya lurus, ibadahnya benar, berakhlaq mulia, berfikiran cerdas, bijak, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdisiplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatunnafs dan memiliki faktor — faktor asasi sebagai pejuang muslim. Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap aktifis atas amanah yang dipegangnya dan semua akan dihisab. Memiliki rasa tanggung jawab besar.

Memberikan perhatian yang cukup kepada masalah tarbiyah dan menyiapkan kader penerus. Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwah yang tulus di kalangan anggota organisasi khususnya anggota dan pimpinan. Pimpinan harus benar — benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan — persiapan sesuai dengan kemampuan. Setiap anggota organisasi harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan.

Pimpinan harus memiliki cita — cita dan tekad berjuang. Menurut Imam Hasan al-Banna faktor — faktor lain keberhasilan adalah : 1. Bagian 2 II. Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman dan berwawasan luas, berpandangan jauh ke depan dan tajam, mampu menganalisa berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat.

Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah. Berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta. Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan. Menepati janji dan sumpah setia. S Al Fath : 10 S 2: S Al Hasyr : 9. Adil dan jujur. Tidak mengungkit — ungkit dan menyombongkan diri. S Al Hajj : 30 Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba. Tekad yang bulat, tawakkal dan yakin. S Athalaq : 3 Sederhana dalam segala hal.

Bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur. Menjauhi sikap pesimistis dan over estimasi III. Tabiat Gerakan dan Medannya. Seorang pemimpin harus memperhatikan hal — hal berikut : 1. Memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakan sengan seluruh konsekuensinya. Kewajiban memberikan perhatian serius terhadap tarbiyah di setiap peringkat. Memperhatikan seluruh aktivitas politik. Tahap perjuangan kita yang akan datang lebih ditekankan kepada bentuk jihad dan menegakkan hukum ALLAH di seluruh aspek kehidupan.

Mempersiapkan seluruh masyarakat untuk menjadi asas kuat bagi tegaknya hukum dan pemerintahan Islam yang mantap dan utuh. Wanita muslimah dapat memainkan peranan penting dalam amal Islami.

Memperhatikan generasi muda dengan mendidik kepribadian Islamnya. Dana adalah urat nadi amal Islami. Memanfaatkan dengan sebaik — baiknya pengalaman dalam gerakan dan realitas keragaman aktivitas Islami.

Beberapa Petunjuk Dalam Bergerak. Memberikan perhatian yang menyeluruh terhadap tugas dan tanggung jawab. Memiliki kepercayaan kuat terhadap tugasnya. Setiap penanggung jawab harus menyusun program kerja lengkap. Tepat dalam memilih petugas yang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Pemimpin dituntut mengatur waktu dan urusannya seefektif mungkin. Memiliki kecekatan dan kekuatan tekad. Menumpukkan perhatiannya kepada usaha yang sangat diperlukan, tidak perlu banyak diskusi.

Menghindari memberikan satu pendapat dalam masalah khilafiyah. Harus percaya atas ketinggian moral anggotanya yang bertugas. Tidak boleh membatasi aktivitasnya semata — mata untuk masa sekarang. Ia harus benar — benar meningkatkan dan mengembangkan cara kerja, sarana serta mutu. Bertanggung jawab dalam menilai dan mengevaluasi amal dan hasil setiap saat.

Tidak boleh membanggakan dan menyanjung kemampuan, tenaga dan kelaikannya yang menyebabkan seseorang terjerumus. Tidak wajar mengkonsentrasikan segenap kegiatannya dalam urusan administrasi semata dengan menyampingkan segi aktivitas dan mentalitas yang menjadi dasar perjuangan.

Harus memiliki berbagai kelaikan untuk memudahkan perputaran roda kepepimpinan dan amal usaha ketika terjadi suasana kritis. Menjauhkan konflik dengan orang lain selama masih dapat dihindari. Semangat pemuda harus dipelihara dan diarahkan serta selalu dikontrol. Tidak dibenarkan membiarkan terbentuknya kelompok tertentu yang berdasarkan suku, kedaerahan dan semacamnya.

Menyelesaikannya dengan tenang dan tuntas serta penuh kebijaksanaan dalam permasalahan. Jika terdapat seorang yang lebih mampu dan baik, kepepimpinan dapat diserahkan kepada orang lain.

Pemimpin harus pandai memilih orang yang laik dalam memegang jabatan. Tidak boleh bersikap pesimitis dan buruk sangka. Pemimpin dapat bergaul rapat dengan anggotanya. Memperbaiki pembagian tugas dan menentukan spesialisasi supaya tidak tumpang tindih.

Menentukan, mengatur dan memudahkan jalur komunikasi di setiap peringkat. Berusaha sungguh — sunguh meningkatkan posisi kepemimpinan dan melatih anggota sesuai dengan bidang masing — masing.

Penting memberikan kebebasan kepada anggota untuk memilih sarana dan cara yang paling baik yang dapat membantu pelaksanaan tugasnya. Selalu membangkitkan semangat kerja sama yang penuh kejujuran dengan anggota. Harus membiasakan diri bermusyawarah dengan para anggotanya.

Menentukan keputusan dan perintah yang hendak dilaksanakan. Diadakannya pertemuan rutin dengan sesama pengurus untuk menyelaraskan gerakan. Memperhatikan setiap rangkaian dan mata rantai dalam komunikasi, tidak overlapping.

Perlu dikaji situasi yang menyebabkan anggota yang melakukan kesalahan tersebut. Mewaspadai dalam menjalankan tindakan pemecatan dan pembekuan keanggotaan karena kesalahan yang dilakukan. Memperhatikan setiap anggota yang diberikan amanah dan cepat menegurnya jika melakukan kesalahan.

Perlu mendorong dan meningkatkan semangat anggota yang menjalankan amanahnya. Memiliki pengetahuan lengkap tentang perjalanan gerakan, pelaksanaan dan aktivitas yang dilakukan para pelaksana. Anggota tidak boleh diberi amanah kecuali ia telah menguasai bidang tersebut. Orang yang terlalu bersemangat sebenarnya sangat berbahaya jika diberikan amanah yang strategis.

Meningkatkan moral anggotanya jika mengalami peristiwa ketidakberuntungan. Memadukan antara generasi pertama dan generasi penerus dalam setiap kegiatan.

Mewaspadai terhadap usaha musuh yang berpura — pura bergabung sebagai batu loncatan untuk tujuan mereka.

Waspada dan berhati — hati dalam mengeluarkan keputusan yang menyangkut darah seorang muslim, kecuali setelah di cek dengan teliti.

Bagian 3 I. Beberapa Persyaratan Pokok Seorang Aktivis : 1. Memahami benar arti komitmennya kepada Islam. Meyakini bahwa kembali kepada kitabullah dan sunnah rasul SAW secara benar dan serius adalah satu — satunya jalan untuk menyelamatkan ummat Islam dari segala krisis. Yakin akan kewajiban bergerak membangunkan iman di dalam jiwa manusia. Harus mengetahui sejelas — jelasnya bahwa amal usaha menegakkan Daulah Islamiyyah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Mengetahui bahwa kewajiban ini tidak mungkin terlaksana dan tercapai hanya dengan usaha perseorangan.

Harus mengetahui bahwa dasar Islam adalah kesatuan kata dan shaff. Dalam memilih harus dengan kesadaran sendiri, tidak karena desakan, paksaan, berpura — pura tenggang rasa dan kepentingan lain. Harus melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan dan kelaikan agar menjadi tenaga yang efektif, kuat dan baik.

Harus berani menempatkan dirinya di barisan jihad fiisabilillah.

ALFA AMILASA PANCREATICA PDF

Al Qiyadah Wal Jundiyah (Ringkasan)

Tausiyah Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu Jadi buah ejekan dan permainan, yaitu di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir orang-orang musyrik. Qiyadah secara bahasa adalah menuntun, secara istilah seseorang pemimpin yang bertugas menuntun siapa saja yang dipimpinnya. Setiap jamaah yang akan mencapai tujuannya harus memiliki manhaj kelompok yang jelas dan bergerak menurut manhaj tersebut. Jamaah harus mempunyai pimpinan. Satu jamaah tidak mungkin bergerak tanpa pimpinan yang mengatur seluruh gerakannya, menentukan tujuan dan sasaran serta sarana, mengawasi dan mengontrol pelaksanaan programnya.

EIZO L985EX PDF

Hal ini berarti Qiyadah adalah seorang pemimpin yang bertugas menuntun siapa saja yang dipimpinnya. Qiyadah wal Jundiyah adalah sesuatu yang tak bisa dipisahkan. Dimana ada seorang pemimpin pastilah ada yang orang yang dipimpinnya. Pun demikian dengan pemimpin yang hebat akan selalu disokong oleh pasukan-pasukan yang juga hebat yang berada dibelakangnya.

Related Articles