FISIOLOGI PASCA PANEN BUAH DAN SAYUR PDF

Penulis: Murdijati Gardjito Dan Yuliana Reni Swasti ISBN: Buku Fisiologi Pascapanen Buah dan Sayuran merupakan kumpulan hasil penelitian berbagai komoditas buah dan sayuran yang dirangkai sehingga dapat memberi penjelasan berbagai proses fisiologi yang berlangsung pada buah dan sayuran. Setelah dipanen dan diberi perlakuan, perlu elaborasi berbagai proses seperti respirasi, transpirasi, pertukaran gas, sintesis, dan metabolisme etilen dan fenolat serta dampak penggunaan 1-MCP dan poliamin untuk perpanjangan masa simpan. Rp Buku ini merupakan penjelasan kepada pembaca tentang perkembangan dan pertumbuhan pula sehingga pemahaman sifat dan tingkatan proses yang terjadi dapat dimengerti. Semua penjelasan terkait dengan reaksi senyawa yang terbentuk dalam kondisi metabolisme yang tidak normal serta substrat terbatas.

Author:Melkis Zulusho
Country:Azerbaijan
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):9 January 2019
Pages:326
PDF File Size:1.52 Mb
ePub File Size:19.82 Mb
ISBN:672-7-14931-171-9
Downloads:76479
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkijind



Kelompok 3 Luluk Fauziah M. Ghozalli Dyah Riska A Edvienne Y Fahrizki Annisa R Pendahuluan Buah dan sayuran merupakan salah satu bidang pangan penting yang dapat dikonsumsi segar maupun terproses.

Fisiologi buah dan sayuran merupakan pengetahuan dasar yang penting untuk mengetahui pengaruh kondisi internal dan eksternal terhadap kualitas kesegaran.

Pasca-panen adalah masa pemisahan organ tanaman sebagai bahan pangan hingga tahap sebelum pemrosesan, termasuk pengawetan. Panen Kualitas produk hortikultura: ketepatan waktu panen Waktu panen yang tepat: saat masak fisiologis Kualitas produk hortikultura setelah dipanen: tidak bisa dinaikkan, hanya bisa dipertahankan Pada saat dipanen: kualitasnya harus maksimal, dengan penanganan yang baik, dapat dipertahankan untuk waktu yang lama.

Secara umum, atribut mutu terbagi menjadi 3, yaitu atribut: fisik: ukuran, kerenyahan, keberadaan biji, dsb. Berdasarkan warna kulit: misalnya jeruk, duku, manggis, pepaya, nenas, rambutan, tomat, semangka. Berdasarkan ukuran: mislanya asparagus, ketimun, jeruk, bunga potong. Berdasarkan bentuk: misalnya lengkungan pada buah pisang dan lekukan pada buah mangga. Berdasarkan bagian tanaman yang mengering: daun yang mengering pada tanaman pisang, pucuk yang mengering pada bawang merah, bawang putih, jahe, dan kentang.

Mudah terbuka: jenis kacang polong. Mudah dilepaskan dari tanamannya: belewah. Kekerasan, kepadatan, kekompakan: melon, kubis, selada. Berat jenis: mangga, durian, kentang. Bunyi bergaung bila diketuk: semangka, nangka, durian. Aroma kuat: nangka, durian. Struktur daging: seperti jeli pada tomat, berwarna tua pada beberapa buah. Analisis Kimia Terbatas pada perusahaan besar relatif mahal , lebih banyak dipergunakan pada komoditas buah.

Indikator pengamatan: kandungan zat padat terlarut, kandungan asam, kandungan pati, kandungan gula. Sortasi dan grading akurat Kerusakan komoditi minim Biaya murah Peralatan mekanis berfungsi sebagai pembantu Kekurangan 1. Membutuhkan manajemen tenaga buruh 2. Cepat 2. Tenaga kerja minim 1. Kerusakan mekanis abrasi kulut dan jaringan memar tinggi 2.

Membutuhkan tenaga terlatih Faktor Pasca Panen 1. Kelembaban Sayur dan buah berkadar air tinggi dan sebagian besar adalah air bebas menyebabkan kehilangan kerenyahan daging buah, kekisutan dan kelayuan, karena kehilangan air ke atmosfer. Penurunan berat dan sifat sensorik buah dan sayuran menurunkan nilai jual. Kecepatan dan luasan kehilangan air dipengaruhi oleh : a. Rasio luas per volume b. Sifat permukaan sayur dan buah c. Jumlah stomata dan lentisel d.

Luka jaringan 2. Suhu Koefisien suhu sayur dan buah dapat mengendalikan pembusukan fisiologis dan patologis meningkatkan masa simpan. Suhu penyimpanan mempengaruhi sifat fisiokomia sayur dan buah. Komposisi Udara Komposisi O2, CO2, gas etilen mempengaruhi pembentukan mikrobiologis dan proses fisiologis.

Sayur dan buah umumnya disimpan pada O2 rendah dan CO2tinggi, serta suhu rendah 4. Cahaya Pengaturan cahaya dapat mengendalikan sintesis atau degradasi pigmen warna oksidasi lemak. Efek negatif cahaya di cegah dengan penyimpanan diruang gelap atau menggunakan pengemas yang dapat mencegah transisi cahaya. Luka meknais Pertumbuhan mikroba pembusuk dan penurunan kualitas sayur dan buah dapat disebabkan oleh luka mekanis. Besar kecilnya dampak luka mekanis dipengaruhi oleh kedalama luka, masa bahan, luasan luka, kekerasan jaringan pada permukaan.

Panas yang dihasilkan selama respirasi dapat meningkatkan suhu komoditas. Berdasarkan laju respirasi buah dan sayur dibedakan atas : 1. Golongan Klimakterik 2. Transpirasi Kehilangan air akibat transpirasi menyebabkan kehilangan masa dan penurunan kenmapakan. Faktor yang mempengaruhi kecepatan transpirasi : struktur kulit, ukuran, bnetuk, luas permukaan, perbedaan tekanan uap air, kecepatan udara, panas respirasi, tingkat kematangan.

Pematangan dan Penuaan Kematangan adalah fase perkembangan jaringan dimana eating quality buah mencapai titik optimal. Penuaan adalah fase yang terprogram secara genetik dan diinduksi oleh beberapa hal seperti luka jaringan, efisiensi nutrisi, kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Penuaan ditandai dengan jaringan melunak, dan daun menguning. Pengaruh Fitohormon Hormon mempengaruhi metabolisme pada tahap perkembangan. Sayur dan buah klimaterik menghasilkan etilen yang lebih tinggi daripada non-klimaterik.

Etilen menstimulasi pematangan degradasi klorofil, germinasi, pembentuka akar, penuaan, pembungaan, respirasi. Produksi etilen dapat direduksi dengan penyimpanan suhu rendah, oksigen rendah, menurunkan kecepatan respirasi, dan pencegahan stress, penyakit, transpirasi. Perubahan Biokimia Perubahan enzimatis dan kimia menyebabkan pelunakan jaringan, off-flavor, kehilangan pigmen, off-color, dan penurunan kualitas.

Pelunakan disebabkan oleh hidrolisis enzimatis pati, pectin, dan selulosa. Senyawa fenolat sayur dan buah menyebabkan pencoklatan dan penurunan kualitas sayur dan buah. Kandungan oksigen dan karbohidrat mempengaruhi laju respirasi. Musim saat panen hujan atau kemarau 2.

Waktu panen pagi atau siang 3. Cara penumpukan 4. Cara dan kemasan dalam pengangkutan 5. Cara pembersihan 6. Cara trimming 7. Cara dan bahan pengemasan 8.

101 ALIMENTOS QUE CURAN Y ZUMOS QUE SANAN PDF

Fisiologi Pascapanen Buah & Sayur

Kedua metode konsumsi tersebut dipengaruhi oleh kualitas FnV. Kualitas FnV dipengaruhi oleh beberapa faktor pada sebelum pemanenan hingga sesudah pemanenan. Fisiologi FnV merupakan pengetahuan dasar penting untuk mengetahui pengaruh kondisi internal dan eksternal FnV terhadap kualitas kesegaran FnV pada proses from frarm to table. Kualitas Pasca-Panen Pasca-panen adalah masa pemisahan organ tanaman sebagai bahan pangan hingga tahap sebelum pemrosesan, termasuk pengawetan. FnV biasa dikonsumsi dalam bentuk segar, minimally processed, dan terproses. Kualitas bahan baku segar akan mempengaruhi kualitas FnV yang sudah diproses. Oleh karena itu, kualitas FnV segar pasca-panen perlu dipertahankan untuk mendapatkan kualitas produk akhir yang baik dan kerusakan FnV segar harus diminimalkan.

FRAKTUR ANTEBRACHII PDF

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI DAN TEKNOLOGI PASCA PANEN

Tuesday, June 13, Penanganan Pasca Panen yang Tepat untuk Mempertahankan Mutu Buah dan Sayuran Permasalahan pengembangan agribisnis buah dan sayur salah satunya adalah kehilangan hasil yang tinggi setelah komoditas dipanen. Penanganan dan perlakuan pascapanen yang tepat selain dapat meminimalisir kehilangan hasil komoditasbuah dan sayur setelah dipanen juga dapat mempertahankan mutu buah dan sayur. Beberapa penanganan pascapanen yang umum dilakukan adalah pencucian, perbaikan bentuk kulit curing , sortasi, penghilangan warna hijau degreening , pengemasan, dan pendinginan. Pencucian Pencuciadilakukan dengan tujuan menghilangkan kontaminasi kotoran baik secara fisik, kimia, ataupun biologi.

DE VECCHI CERCHIARI ARTE NEL TEMPO PDF

Ppt Fisiologi Buah Dan Sayur

By Ir. Elvina Herdiani, MP Hits: bbppl-pascapanensayuran1Sayuran, seperti produk hortikultura lainnya, merupakan produk pertanian yang mudah busuk sehingga penanganannya mulai dari saat panen harus hati-hati agar kualitasnya dapat terjaga sampai ke tangan konsumen dan memperoleh harga jual yang tinggi. Bila telah dipanen, tidak ada perlakuan yang dapat meningkatkan kualitas hasil sayuran, yang dapat dilakukan adalah mempertahankan kualitas tersebut. Faktor-faktor yang menyebabkan turunnya kualitas dan susut panen sayuran adalah: turunnya kadar air, kerusakan mekanis, penguapan, berkembangnya mikroba dan sensitivitas terhadap etilen. Oleh karena itu penanganan pasca panen harus memperhatikan dan meminimalisir hal-hal yang menyebabkan penurunan kualitas dan susut panen sayuran tersebut. Panen Penentuan saat panen yang tepat merupakan langkah awal dari upaya memperoleh kualitas hasil sayuran yang optimal.

Related Articles