MAHKUM FIH PDF

Latar belakang Ushul fiqh merupakan ilmu yang secara garis besar mengkaji cara-cara menginstinbath menggali hukum. Sekalipun ushul fiqh muncul setelah fiqh, tetapi secara teknis, terlebih dahulu para ulama menggunakan ushul fiqh untuk menghasilkan fiqh. Artinya sebelum orang ulama menetapkan suatu perkara untuk haram, ia telah mengkaji yang telah menjadi alasan perkara itu diharamkan. Hukum haramnya disebut fiqh, dan dasar-dasar sebagai alasannya disebut ushul fiqh.

Author:Kazirr Mazusar
Country:Cuba
Language:English (Spanish)
Genre:Art
Published (Last):22 May 2009
Pages:301
PDF File Size:2.54 Mb
ePub File Size:20.84 Mb
ISBN:349-9-39804-258-9
Downloads:74617
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakagami



Sebagian ulama ushul fiqh menggunakan istilah mahkum bih untuk menunjuk pengertian objek hukum. Adapun yang menjadi objek hukum mahkum bih adalah perbuatan mukallaf, yaitu gerak atau diamnya mukallaf. Dalam hal ini, yang dapat diberi ketentuan, wajib, sunnah, makruh,atau haram,atau mubah adalah perbuatan mukallaf. Syarat-syarat Objek Hukum Mahkum Bih. Agar suatu perbuatan mukallaf pantas diberi predikat salah satu dari hukumtaklifi yang lima, maka perbuatan tersebut mestilah memenuhi beberapa kriteria persayaratan.

Hukum taklifi tidak dapat diterapkan kepada perintah atau larangan yang tidak jelas. Misalnya, pada surah al-Baqarah;43, yakni perintah melaksanakan shalat dan membayar zakat pada ayat tersebut masih bersifat umum, dan belum ada perincian tatacara,waktu,jumlah rakaat dan rukun serta persyaratannya. Semata-mata berdasarkan ayat diatas saja, seorang mukallaf belum dikenai hukum wajib melaksanakan shalat. Karena itulah Rasulullah Saw kemudian memberi contoh dan penjelasan tentang shalat yang diperintahkan Allah, sehingga setelah jelas perinciannya, barulah kepada perbuatan mukallaf dapat diberi predikat hukum taklifi, yakni wajib melaksanakan shalat.

Sebab perintah dan larangan Allah Swt adalah untuk dipatuhi dan demi kemaslahatan mukallaf. Oleh karena itu, Allah Swt tidak pernah dan tidak akan memrintahkan atau melarang suatu perbuatan yang manusia tidak mampu mematuhinya. Secara etimologi, mukallaf berarti yang di bebani hukum.

Dalam ushul fiqqh, istilah mukallaf di sebut juga mahkum alaih subjek hukum. Orang mukallaf adalah orang yang telah di anggap mampu bertindak melaksanakan hukum, baik yang berhubungan dengan perintah Allah Swt maupun dengan larangan-Nya.

Seluruh tindakan hukum mukallaf harus di pertanggungjawabkan. Apabila ia mengerjakan perintah Allah, maka ia mendapatkan imbalan pahala dan kewajibannya terpenuhi, sedangkan apabila ia mengerjakan larangan Allah, maka ia mendapat resiko dosa dan kewajibannya belum terpenuhi. Khairul umam, ushul fiqih 1, Bandung, cv pustaka setia, , hlm Dasar Taklif.

Seorang manusia belum dikenakan taklif pembebanan hukum sebelum iamampu untuk melaksanakan hukum tersebut. Dengan demikian, orang yang tidak atau belum berakal, seperti orang gila dan anak kecil tidak dikenakan taklif.

Termasuk ke dalam hal ini adalah orang yang dalam keadaan tidur, mabuk dan lupa. Orang sedang tidur, mabuk dan lupa, tidak dikenai taklif karena ia dalam keadaan tidak sadar hilang akal. Nasroen Haroen, ushul fiqih 1, Bandung, logos, , hlm Syarat-syarat Taklif. Artinya, apabila seseorang belum atau tidak cakap bertindak melaksanakan hukum, maka selurh perbuatan yang ia lakukan belum atau tidak bisa di pertanggungjawabkan.

Orang gila juga tidak di bebani hukum karena kecakapan bertindak hukumnya hilang. Demikian juga orang pailit dan orang yang berada di bawah pengampuan hajr , dalam masalah harta, di anggap tidak cakap bertindak hukum, karena kecakapan bertindak hukum mereka dalam masalah harta di anggap hilang.

Ingin Segera Bisa? Klik disini Sekarang! Share This:.

HORAL SABINES PDF

Pengertian Mahkum Bih, Mahkum ‘Alaih Pembagian dan Syaratnya

Sebagian ulama ushul fiqh menggunakan istilah mahkum bih untuk menunjuk pengertian objek hukum. Adapun yang menjadi objek hukum mahkum bih adalah perbuatan mukallaf, yaitu gerak atau diamnya mukallaf. Dalam hal ini, yang dapat diberi ketentuan, wajib, sunnah, makruh,atau haram,atau mubah adalah perbuatan mukallaf. Syarat-syarat Objek Hukum Mahkum Bih. Agar suatu perbuatan mukallaf pantas diberi predikat salah satu dari hukumtaklifi yang lima, maka perbuatan tersebut mestilah memenuhi beberapa kriteria persayaratan. Hukum taklifi tidak dapat diterapkan kepada perintah atau larangan yang tidak jelas. Misalnya, pada surah al-Baqarah;43, yakni perintah melaksanakan shalat dan membayar zakat pada ayat tersebut masih bersifat umum, dan belum ada perincian tatacara,waktu,jumlah rakaat dan rukun serta persyaratannya.

DD FORM 448-2 PDF

MAKALAH USHUL FIQIH TENTANG HUKUM, MAHKUM FIH (OBYEK HUKUM) DAN MAHKUM ALAIH (SUBYEK HUKUM)

Mahkum fih ialah pekerjaan yang harus dilaksanakan mukallaf yang dinilai hukumnya Sutrisno, Seperti makan dan minum. Sedangkan keterangan lain menyebutkan bahwa Mahkum Alaih ialah orang-orang yang dituntut oleh Allah untuk berbuat, dan segala tingkah lakunya telah diperhitungkan berdasakan tuntutan Allah itu Sutrisno, Jadi, secara singkat dapat disimpulkan bahwa Mahkum Alaih adalah orang mukallaf yang perbuatannya menjadinya tempat berlakunya hukum Allah. Dasar Taklif Dalam islam orang yang terkena taklif adalah mereka yang sudah dianggap mampu unuk mengerjakan tindakan hukum. Sebagian besar ulama ushul fiqh berpendapat bahwa dasar pembebanan hukum bagi seorang mukallaf adalah akal dan pemahaman.

CISCO SD205T-NA PDF

LatarBelakang Dalam kajian ushul al-fiqh, terdapat istilah al-hakim, mahkum bih, mahkum fih dan mahkum alaih. Adapun istilah mahkum fih penyusun makalah tidak membahasnya di makalah ini karena penyusun lebih menekankan pada tugas dosen yakni pengertian al-hakim, mahkum bih dan mahkum alaih saja. Karena semua pengertian pemahaman mempunyai dasar ataupun latar belakang sendiri. Ushul al-fiqh merupakan alat dalam penetapan hukum, perlu pemahaman lebih dalam penggunaanya. Konsep dasar tentang; al-hakim, mahkum bih, dan mahkum alaih penuh perbedaan pendapat para ulama dalam pengertian serta penggunaanya dalam hukum islam.

ENTREMES EL RETABLO DE LAS MARAVILLAS PDF

Ketentuan-Nya itu terdapat dalam kumpulan wahyu-Nya yang disebut Al-Quran. Dengan demikian ditetapkan bahwa Al-Quran itu sumber utama bagi hukum Islam, sekaligus juga sebagai dalil utama fiqh. Al-Quran itu membimbing dan memberikan petunjuk untuk menemukan hukum-hukum yang terkandung dalam sebagian ayat-ayatnya. Hukum menurut bahasa ialah : menetapkan sesuatu diatas sesuatu. Pembuat, yang menetapkan, yang memunculkan dan sumber hukum.

Related Articles